Jakarta – Pemerintah RI melalui Kepresidenan telah menetapkan target untuk mengelola sampah secara efektif dan efisien pada tahun 2029. Tujuan ini telah diamanatkan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026. Untuk mengaktualisasikan target tersebut, Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) melalui acara SWI Green Impact 2026 yang diadakan di United Tractors Grand Ballroom pada tanggal 19 Juli 2026 telah melakukan inisiasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup. Acara ini juga menjadi momentum bagi para penggiat lingkungan hidup untuk berbagi ide dan inspirasi tentang cara mengubah sampah menjadi cuan.
Dalam acara tersebut, hadir Prof. Popy Rufaidah, SE., MBA, Ph.D., yang saat ini menjabat sebagai Plt Deputi II Kepala Staf Kepresidenan. Ia menyampaikan permohonan maaf karena Bapak Dudung Abdurachman tidak dapat hadir sehubungan dengan ada agenda terjadwal.
“Peran pemerintah sangat penting dalam mengubah sampah menjadi cuan,” kata Prof. Popy Rufaidah saat membuka acara tersebut. “Kami berharap SWI Green Impact 2026 bisa menjadi contoh bagi masyarakat untuk berinovasi dan berkontribusi pada pengelolaan lingkungan hidup.”

Dalam kesempatan itu, Prof. Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., M.H., Kepala Staf Kepresidenan juga menyampaikan pesan penting melalui presentasi yang berjudul Peran Pemerintah Mengubah Sampah Menjadi Peluang Ekonomi Kerakyatan Melalui Ekonomi Sirkular.
“Kami ingin menunjukkan bahwa ekonomi sirkular adalah salah satu solusi untuk mengatasi masalah sampah,” kata Prof. Dr. Dudung Abdurachman dalam presentasinya. “Dengan demikian, kami berharap masyarakat bisa lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan hidup.”
SWI Green Impact 2026 juga dihadiri oleh nara sumber dari Kementerian Lingkungan Hidup dan WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia). Mereka berbagi ide dan inspirasi tentang cara mengubah sampah menjadi cuan, serta memberikan informasi tentang upaya pemerintah dalam mengelola lingkungan hidup.
Dalam kesempatan itu, Ketua Umum SWI terpilih H. Iskandar, S.Sos memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kantor Kepala Staf Kepresidenan, Kementerian Lingkungan Hidup dan WALHI atas kepeduliannya terhadap keresahan masyarakat pada pengelolaan sampah. “Kami sangat mengapresiasi upaya pemerintah dalam mengatasi masalah lingkungan hidup,” kata H. Iskandar, S.Sos. “Dengan demikian, kami berharap SWI Green Impact 2026 bisa menjadi contoh bagi masyarakat untuk berinovasi dan berkontribusi pada pengelolaan lingkungan hidup.”

Acara ini juga menampilkan talkshow bertajuk “Dari Sampah Jadi Cuan” yang dihadiri oleh nara sumber dari Kementerian Lingkungan Hidup dan WALHI. Mereka berbagi ide dan inspirasi tentang cara mengubah sampah menjadi cuan, serta memberikan informasi tentang upaya pemerintah dalam mengelola lingkungan hidup. Dengan demikian, SWI Green Impact 2026 bisa menjadi momentum bagi masyarakat untuk berinovasi dan berkontribusi pada pengelolaan lingkungan hidup.

